halo aci!

halo aci!
Teater Ungu

Rabu, 23 November 2011

...

I HOPE THEY WON'T BE DISAPPOINTED

Dalam keadaan sekarat sang ayah berpesan
          ”Anakku, janganlah menggantungkan harapanmu pada abstraksi kenyataan dalam bentuk pengertian-pengertian. Sebab dari situlah sumber segala kekecewaan dunia. Dunia selalu mengkhianati manusia.
          Janganlah biarkan rasa ingin memiliki dunia menguasai dirimu sendiri. Sebab sesungguhnya tak ada sesuatu yang bena-benar menjadi milikmu. Tubuhmu saja bukanlah sepenuhnya milikmu.
          Janganlah membiarkan dirimu terpesona pada hal-hal besar dan indah. Sebab semua itu adalah kebohongan dan penipuan yang sungguh memperdaya.
          Tetapi letakkan dirimu pada pengertianmu sendiri. Bangunlah pandangan-pandangan dunia lewat jalanmu sendiri.
          Aku wariskan dunia ini untukmu; untuk kau usahakan dalam membentuk pengertianmu.”
          Setelah itu sang ayah kaku seketika. Semua orang di situ tertawa. Sungguh menggelikan ternyata sang ayah hanya mewariskan kata-kata pada anaknya.  Memangnya siapa ayah anak itu sehingga mewariskan dunia pada anaknya. Sedangkan sang ayah hanyalah pemabuk yang sering mendapat ejekan dari masyarakat dan bahan olok-olokkan dari anak-anak kecil.
          Tidak seperti jasad para pejabat dan orang-orang terhormat yang seakan tak sanggup untuk dikebumikan oleh masyarakat tetapi jasad sang ayah hanya dilihat sambil lalu oleh mereka dan ditinggal kemudian. Sang anak mengangkat sendiri jasad ayahnya.  Dia menguburkan jasad ayahnya dan di atasnya ditanami pohon. Pikirnya mungkin ayahnya akan sedikit berguna dengan menjadikan tanah itu gembur sehingga pohon tu subur dan berbuah kelak. Sebagai penebusan pada masa hidup yang habis dengan kemabukan.
          ”Janganlah membiarkan dirimu dikuasai oleh hal-hal yang menyentuh hati. Sebab itu adalah jebakan paling berbahaya.”
          Seakan suasana di situ menjadi perantara pesan terakhir dari sang ayah. Sang anak menusuk jantungnya dengan sebilah pisau dan masyarakat membiarkan tubuhnya dimakan binatang sebagai hal berguna terakhir dari dirinya.
10 Januari 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar