halo aci!

halo aci!
Teater Ungu

Selasa, 30 Desember 2014

KRISTUS TAK BOLEH LAHIR

(Sebuah cermin)
Pada sore hari 25 Desember 2014 suara sirene polisi terdengar dan kendaraan mereka kebut ke sana ke mari. Aku curiga itu semacam pawai untuk menyambut kelahiran Yesus. Mereka masuk rumah keluar rumah lengkap dengan senjata. Aku pikir itu semacam selamatan natal. Tetapi aku mendengar mereka bertanya dengan suara keras dan memaki-maki, "Setan! Di mana bayi Kristus? Ayo, cepat tunjukkan! Jangan ada yang berani menyembunyikannya. Bayi itu harus dimusnahkan!". Aku dengar penguasa telah membuat surat edaran dan para dewan telah membuat ketetapan agar tak boleh ada yang namanya kristus. Penguasa melarang keras untuk menyembunyikan, menyebarkan, dan mempraktekan ajaran kristus.
Dari desas desus yang aku dengar ada orang yang telah memprediksikan bahwa akan lahir seseorang dengan semangat revolusioner untuk menumpas kekuasaan korup dan kemunafikan dalam agama-agama modern. Sudah tentu mereka yang pro status quo tidak akan membiarkan bayi kristus tumbuh menjadi besar karena itu ancaman bagi kekuasaan.
"Kristus tak boleh lahir. Jika dia lahir kita akan kehilangan jabatan dan kebebasan. Maka dari itu pergilah ke setiap rumah-rumah dan tanyakan apakah ada bayi kristus di situ."
Aku menikmati natal bersama Sinyo, Siki, Marpa, para Usi, seseorang bernama Pitson, dan keramaian dalam percakapan bersama seorang gadis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar